Monday, September 2, 2013

Sejarah Imperium Turki di Aceh

Komplek kuburan Turki di Bitay
Banda Aceh. @boynashruddinagus.blogspot.com
Perkampungan Bitai disebut berasal dari kata Baital Maqdis atau Yerussalem di Palestina. Sebuah perkampungan Turki di Aceh yang berdiri sejak era awal Kerajaan Aceh Darussalam.

SEBUAH gapura dari tiang besi bertuliskan selamat datang di pemukiman Bulan Sabit Merah, Bitai-Emperom berdiri kokoh di atas badan jalan berukuran 3 meter. Saat The Atjeh Times berkunjung Senin pekan lalu, suasana gampong tersebut terlihat lengang. Sementara di kiri dan kanan jalan terlihat beberapa rumah yang dihiasi lambang bulan sabit berwarna dasar merah di bumbungan atap bangunan.

Sunday, September 1, 2013

Saat Banda Aceh Disebut Kuta Radja



Simpang Lima Banda Aceh. @inbandaaceh.com
PEPERANGAN antara Kerajaan Belanda dengan Kerajaan Aceh menorehkan luka lama. Apalagi saat Belanda berhasil membakar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan merebut ibukota kerajaan, Banda Aceh. Peperangan ini berlangsung hingga puluhan tahun.

Meski Dalam (keraton) berhasil direbut Belanda, perjuangan rakyat Aceh belum selesai. Sultan Muhammad III Daud Syah Johan berdaulat terpaksa mengungsi. Dia mangkat akibat penyakit kolera yang mewabah saat perang terjadi. Pucuk pimpinan perang Aceh berada di tangan Panglima Polem. Peperangan terus berlangsung dengan taktik gerilya (hit and run).

Menilik Sejarah Banda Aceh



Masa pemerintahan Sultan Alaidin Mahmud Syah, istana Kerajaan Aceh dibangun ulang di seberang Kuala Naga (Krueng Aceh) dengan nama Kuta Dalam Darud Dunia.

TUGU dengan tinggi sebatas pinggang ini berdiri kokoh. Di atasnya sebuah plat dari besi putih bertulis sebuah kalimat dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Aceh, Indonesia, dan Inggris. Tak ada keterangan tahun pembangunan tugu dan siapa yang membangunnya. Namun dari kondisinya, bangunan ini hanya berusia beberapa tahun saja. Masih terhitung bangunan baru.

Terbaca kalimat dalam bahasa Indonesia; “Di sini cikal bakal kota Banda Aceh tempat awal mula Kerajaan Aceh Darussalam di dirikan oleh Sultan Johansyah pada 1 Ramadhan 601 H (22 April 1205 M).”